Rabu, 14 September 2011

Keping perasaan

Jiwa yang hampa mencoba tuk bangkit.
Merasakan secercah cahaya ketika ku dengar suara halus itu.
Cermin hati yang selalu memberi semangat.
Mengepakkan sayap sayap untuk berusaha terbang tinggi.
Meskipun sayap itu sudah tercabik oleh irisan perasaan sepi.
Coba tuk bangkit.
Tuk merasa ramai.
Mencoba tuk terus tersenyum meski Hati nich sudah pecah berkeping-keping.
Aku iri melihatnya yang bahagia.
Aku iri melihatnya bisa tertawa riang dan lepas.
Tak seperti aku yang hanya bisa terkungkum dalam duniaku sendiri.
Karena mereka tak pernah tau.
Bahwa sesungguhnya aku menangis di balik setiap tawaKu..
Aku bersedih dibalik setiap kesenanganku.
Aku rapuh.
Tapi ku coba dan trus ku coba..
karena seberat apapun penderitaan ini.
Aku percaya bahwa masih sangat banyak lorong kebahagiaan yang menantiQ..
Menanti agar esok aku bisa tetap tersenyum..
Dan mampu mengejar jauhnya matahari.
Sampai senja itu datang..
Dan aku bisa tertidur pulas dengan senyum di pipiku..

Kristal bening

Pernahkah kau lihat aku terjaga dikelamnya petang.
Lalu Ku bangkit.
Ku gambarkan bintang yang menyilaukan semua mata.
Pernahkah kau lihat kristal bening pecah di pelupuk mata.
Lalu Ku genggam.
Ku lukiskan telaga di beningnya jiwa.
Sewangi bunga itulah mimpiku.
Menggambarkan luas di permadani cintaku..